Jumat, 03 Agustus 2018

Sebuah Pesan

Pagi ini entah kenapa teringat kedua sahabatku yang sudah terlebih dahulu dipanggil oleh sang Maha Pencipta. 
Lalu kubuka Facebook dan kutuliskan di linimasnaya tentang kerinduanku ini. 
Kedua sahabatku ini, yang selalu ceria, periang dan gak pernah bosan untuk menghibur sahabat-sahabat yang lainnya. Keduanya punya posisi tersendiri di hati dan pikiranku. 
Tuhanku yang maha baik, tolong bahagiakan mereka sebagaimana mereka telah membahagiakan hati kami disini. 
Meskipun raga tak bisa lagi menggenggam, untaian do'a akan selau terucap dikala kerinduan ini ada untuk kalian.
Semangat kalian berdua akan selalu aku contoh.
Alfatihah untuk, Wini Anggraeni dan Yudi Septipriyadi Sunarya.

Rabu, 01 Agustus 2018

Bahasa Manusia

Memang belakangan ini sering sekali menemukan beberapa (banyak) orang yang lebih memilih untuk kepo daripada untuk peduli. Tapi ada yang mengatakan bahwa "kepo is care". 
Benarkah?
Hal yang baru saja dialami adalah ketika gue dalam keadaan sakit, lalu terpaksa untuk pulang lebih awal, lalu besoknya masih belum kuat untuk beraktifitas. Beberapa atau hampir semua tidak ada yang menanyakan sakit apa? kenapa? atau sekedar bilang cepat sembuh.
Sempet kesel karena budaya disini ko gini ya? Padahal daerah sendiri, yang terkenal dengan peribahasa "Hade goreng ku basa". Tapi ini jauh dari apa yang diharapkan. 
Yang ditanyakan adalah, surat sakitnya janga lupa, pekerjaan yang kemarin-kemarin, dan candaan-candaan yang gak tepat. It's so annoying!
Apa salahnya untuk sedikit peduli terhadap sesama makhluk? Karena dengan kita peduli, ada kepuasan dalam diri kita kalau kita sudah berbuat baik terhadap orang lain.
Sebegitu susahnya untuk bisa peduli?
Semahal apa bahasa itu?
Tapi, terbantu dengan dua orang yang gue anggap mereka itu blessing buat gue. Mereka gak nunggu saat mereka sendirian, lalu mereka jadi peduli sama gue. (belibet amat yak gue ngomong) Tapi, lagi keadaan apapun mereka akan tetap peduli. 

Remaind

Sudahkah merasa ikhlas hari ini?
Ikhlas dan sabar adalah satu kesatuan yang berkaitan
Ketika kita sudah ikhlas, otomatis sabar akan dilakukan
Memang, keduanya ini membutuhkan proses yang luar biasa
Ada pergolakan batin
Ada penolakan dalam hati, pikiran maupun perasaan
Tapi selalu Ku yakini bahwa
Setiap pengorbanan akan mendapatkan hasil yang sepadan

Tuhan tak pernah salah memberikan balasan kepada makhluknya
Perbanyaklah melakukan kebaikan
Perkuatlah kesabaran
Perdalam ilmu ikhlas
Niscaya apa yang diharapkan akan melampaui ekspektasi
Inshaallah.


Rabu, 30 Mei 2018

Tetesan Embun

Hembusan angin menerpa alang-alang itu
Dia pasrah akan takdirnya diombang ambing oleh angin, bahkan badai
Setiap kali tetasan embun datang menghampiri
Tak berapa lama juga Ia akan kembali kering
Karena tersapu oleh kencangnya angin di subuh hari
Tapi, tak ada kata menyerah
Ucapan syukur selalu dipanjatkan
Walaupun hanya sekejap dihinggapi tetesan embun yang segar
Setidaknya, Ia pernah merasakan apa artinya sebuah anugerah

Selasa, 29 Mei 2018

Patah Hati

Kehidupan tidak melulu tentang cinta
Begitupun patah hati tidak selalu tentang cinta
Setiap patah hati yang disebabkan oleh cinta maupun yang lainnya sama saja menyakitkan
Memang, tak bisa kita pungkiri sakit hatinya patah hati susah sekali diobati
Tapi pasti ada jalan untuk bisa bangkit dan segera pulih
Jangan
Jangan sampai menyerah
Teruskan apa yang bisa membuat diri bahagia
Karena hanya diri kita sendiri yang tau
Mana yang bisa membuat hati, pikiran menjadi nyaman


Senin, 28 Mei 2018

Meramu Jamu

Kehidupan itu Ku ibaratkan seperti meramu jamu
Diracik oleh cinta kasih
Pahit, manis, asam, kecut, semua rasa ada
Agar penikmatnya bisa merasakan kenikmatan
Merasakan manfaat dari apa yang telah dibuat
Ya, begitu pula dengan apa yang seharusnya manusia lakukan
Setiap langkah, setiap perilaku harus sesuai dengan hati nurani
Memang, ada kalanya perilaku kita seolah-olah dipaksa
Dipaksa untuk bisa bergembira
Tertawa
Bahagia
Tapi,
Hatimu kosong tak terisi
Jujur pada diri sendiri terkadang susah
Karena seringnya kita hanya memikirkan apa yang dipikirkan orang lain
Tak sedikit manusia yang tidak mempedulikan diri sendiri
Bagaimana hatinya, bagaimana perasaannya
Kita meramu segala aspek dalam hidup kita dari apa yang telah dilalui
Rasa pahit, manis, asam bahkan kecutnya kehidupan
Semua aspek itu melahirkan pribadi baru
Yakni pribadi yang kuat dan tidak gampang menyerah
Percayalah

Senin, 14 Mei 2018

Lilin kecil menyala
Memunculkan cahaya terang nan damai
Raut wajah lelah tergambar
Tak banyak kata terucap
Hanya senyuman yang tergambar pada wajahnya
Wajahnya yang manis
Tutur katanya romantis
Hati siapa yang bisa menolak
Hati mana yang akan hinggap

Sabtu, 20 Januari 2018

Bangun Lebih Pagi

Hari ini, tidak seperti biasanya saya bangun lebih pagi. Ya, tepatnya kurang lebih pukul 04:15 lah ya. Karena biasanya selalu bangun lewat jam 05:00, padahal semalam tidur cukup larut juga hampir jam 01:00 lebih lah. Terbangun gara-gara mimpi sakit typus kali yak. Abis bangun, keingetan ada yang mau berangkat subuh ke luar kota, dan bener aja Dia belum bangun. Diteleponin lah karena emang diharuskan berangkat lebih pagi, jadi saya pun beberapa kali telepon Dia. Syukurlah cuma butuh dua kali telepon, Dia udah bisa bangun. Karena biasanya lebih dari lima kali, bahkan pernah sampe lebih dari dua puluh kali, coba bayangkan kebluk-nya seperti apa. Tapi itu pas Dia tidur hampir subuh, dan Dia harus bangun pagi untuk kerja. Meskipun seperti demikian, saya tetap cinta, ealaaah.

Baru saja kemarin saya memuji diri sendiri, lebih tepatnya memuji hidung saya sendiri. Bukan, bukan karena jadi mancung atau gimana. Tapi saya memuji karena hidung saya agak normal di udara dingin, ya saya pikir sinusitis udah agak bisa diajak kompromi lah, karena udah hampir satu bulan saya bermukim di tempat yang dingin. Tapi nyatanya, sedih sih. Dari semenjak bangun tadi, sinusitis saya gak tanggung kambuhnya. Cape bersin iya, tisu numpuk bekas ingus pun iya. FYI, ingusnya cuma air, kan biasanya lendir tuh meskipun pertamanya lendir dulu. Ok udah agak jorok sih. Tapi terserah pandangan yang baca sih. Alhasil hidung panas terus memerah se-muka karena saya gak tahan sama gatel hidung yang konon disebabkan dengan udara dingin.

Udah ah, gak akan saya puji lagi.

Oh iya, terpikirkan sebelum nge-blog itu mau sarapan apa. Bikin sandwich, oat biscuits, atau oat with fruit? dan yang saya inginkan adalah, BUBUR AYAM! Sudah berapa lama saya tidak makan bubur ayam? hampi dua bulan, mungkin. Dan hmm oke, jam udah mulai menunjukan pukul 07:30 dan sepertinya mau nyari bubur ayam aja. Oh iya, tenang. Dia, yang aku bangunkan tadi sudah berangkat tadi kira-kira pukul 06:30 lah, dan besok aku akan berjumpa. Yeay!


Mwah!