Hal yang sama telah terjadi, kesabaran sedang diuji dalam suatu hubungan. Apabila dia mengatakan "Sabar ada batasnya" mungkin pernyataan itu dimaksudkan untuk saya, dan saya tidak heran apabila dia sudah di ujung kesabaran menghadapi saya, saya tidak kecewa dengan pernyataan itu karena saya melihat diri saya sendiri yang banyak sekali kekurangannya serta kesalahannya dan itu tidak menutup kemungkinan dari kekurangankulah yang menyebabkan semua bisa terjadi.
Dan meskipun dalam faktanya saya tidak bersalah, pertengkaran akan selalu memojokkan saya. Dalam hati saya bicara "Yang harusnya marah kecewa itu saya, bukan anda!!". Tapi saya tidak lontarkan karena saya berfikir lebih baik saya mengalah, dan konsekuensinya adalah cap buruk. Saya tidak peduli seberapa sakitnya hati saya, yang saya peduli itu adalah kebahagiaan orang yang saya kasihi. Memang mengorbankan perasaan itu tidak enak, tapi saya selalu yakin akan indah pada waktunya.
Yang saya takutkan adalah semua permasalahan yang sedang saya hadapi ini bisa menurunkan semangat saya untuk mencapai kesuksesan. Dan saya berdoa agar porsi sabarku memang harus dipertebal lagi agar bisa menghadapi semuanya dengan senyuman.
Saya juga seperti wanita lain yang menginginkan keharmonisan dalam suatu hubungan.
Saya juga seperti wanita lain yang menginginkan perhatian.
Saya juga seperti wanita lain yang menginginkan pengertian.
Saya juga seperti wanita lain yang menginginkan keromantisan.
Yah memang akhir-akhir ini saya hidup dilingkungan yang kebanyakan sudah berpasangan, dan saya melihat apa yang mereka lakukan. Manusiawi sekali apabila saya merasa iri terhadap mereka. Saya tidak menyesal harus hubungan jarak jauh, dan saya mensyukuri itu. Tapi rasa-rasanya saya itu sendiri dan tidak merasakan ada hubungan jarak jauh, saya tidak menikmatinya. Dan saya selalu ingin jadi lebih baik, saya memang tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan semuanya, tapi setidaknya ada sedikit rasa untuk menghangatkan kembali ?
Saya sudah tidak mau untuk memulai, karena mungkin sudah sering dikecewakan kalau yang mulai itu saya. Dan saya berfikir kalau dia yang memulai untuk menghangatkan pasti saya terima dengan baik. Yah contohnya saja telepon atau webcam atau bahkan bertemu langsung.
Ketika akan menghangatkan hubungan saya mencoba untuk menghubungi lewat telepon, tapi samapai 11x lebih mungkin tidak diangkat. Dan itu memutuskan semangat untuk menghangatkan hubungan.
Yang saya butuhkan hanyalah kesabaran dan kedewasaan untuk mengadapi semua ini, karena masalahku bukan hanya dalam hubungan saja tapi ada beberapa masalah yang sedang menunggu untuk diselesaikan.
Dan saya selalu yakin bahwa doa saya akan segera terjawab amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar